Aku dan Pengumuman SBMPTN 2022

Tahun 2022, aku berada di sebuah rumah sakit dekat stasiun. Sungguh, aku tidak tahu hari itu adalah hari pengumuman hasil SBMPTN. Sampai aku membuka aplikasi sialan Twitter, tweet "Nanti pengumuman SBM jam berapa?" memenuhi autobase/menfess hingga aku muak dan rasa takut mulai menyelimutiku. 

Aku mengakui, aku tidak bisa mengerjakan UTBK, hanya TPS saja yang aku kerjakan betul-betul, itupun kosong tiga soal di PK, biologi banyak sekali istilah aneh, kimia yang aku paksakan belajar hingga kepalaku pusing pun ragu-ragu aku memilih jawabannya, hanya sekilas melihat soal fisika dan matematika, tidak kubaca dengan jelas, langsung mengarahkan kursor, D-C-D-B-C-D...-.... Jadi, aku takut benar bahwa aku tidak akan diterima, manalagi pilihanku saat itu adalah Gizi Kesehatan dan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian di Universitas Gadjah Mada. Yang mana kedua jurusan tersebut memiliki skor yang lumayan mirip, ditolak satu, pastilah ditolak yang lain.

Sekitar pukul dua, atau mungkin pukul tiga, tweet "Pengumuman udah keluar" "Web udah mulai down, coba buka pakai link mirror" "Aku diterima" "Yah, gagal lagi" mulai bermunculan. Detik itu juga, aku panik, aku tidak sanggup melihat hasilnya. Jantungku berdegup sangat kencang, segera aku meninggalkan rumah sakit, aku berjalan menyusuri trotoar sambil menangis, satu dua perawat yang baru datang dari parkiran tampak melirik. Dari rumah sakit, ke stasiun, ke bawah flyover, ke gang belakang rumah sakit, hingga aku capek sendiri. Dengan masker basah aku menutupi wajah jelekku dan masuk indomaret, aku ingin es krim. Naas, hanya ada dua ribu rupiah di saku baju tidurku. Iya, baju tidur. Kembali lah aku ke rumah sakit dengan lesu, lapar, dan misteri hasil pengumuman yang belum aku buka.

Setelah menenangkan diri, aku berpikir, apapun hasilnya, kita buka sekarang. Tak apa, tidak akan ada yang memarahi. Tak apa, walau nanti aku akan menangis lagi. Tak apa, walau nanti aku tak akan menghubungi teman-temanku lagi.

Akhirnya, aku beranikan diri membuka situs sbmptn.ugm.ac.id, aku ketik nomor ujianku, tanggal lahirku, checklist persetujuan, dan dengan menutup mata kencang, aku klik 'Lihat Hasil'.


AKU DITERIMA. AKU DITERIMA LEWAT JALUR SBM! Astaga, semua orang di dunia harus tahu. Jantungku masih berdetak kencang, namun tiada rasa gundah di dalamnya. Tentu saja segera aku kirimkan tangkapan layar pengumuman itu ke ibuku.

Satu jam kemudian, satu per satu teman-temanku menghubungiku, tanpa ba-bi-bu langsung menanyakan hasil pengumumanku. Aku yang beberapa bulan terakhir takut tertinggal dari mereka ini, sekarang berada di jalan yang sama.

Hari-hari berikutnya, aku masih menyusuri trotoar dengan baju tidur, tapi bukannya masker basah yang menutupi setengah wajahku, namun es krim, es krim, dan es krim!

Setelah pulang dari rumah sakit, aku terkena flu.

Komentar